Powered By Blogger

Terapi Kesehatan jantung


Pengobatan Alternatif Jantung

Penyakit Jantung bisa Disembuhkan Dengan Lintah
Alamat Praktek:
Ciputat Raya,Jl.H.Goden ujung Rt.08/011 no.23b Pondok pinang keb.lama Jakarta selatan
Tlp. 021-98521896 / 021-96923413 / 0896 37058277


Saat ini ada sebuah pengobatan alternatif yang unik untuk penderita penyakit jantung. Terapi itu adalah terapi lintah atau hirudinea merupakan sebuah terapi yang memberi harapan baru bagi kesembuhan penderita penyakit kardiovaskular.
Lintah dan pacet (leech) adalah hewan yang tergabung dalam filum Annelida subkelas Hirudinea yang dikenal sebagai karnivor dan penghisap darah. Namun, di tangan terapis , hewan ini berubah menjadi obat penyakit jantung.
Keampuhan terapinya makin baik apabila disandingkan dengan pengobatan herbal.
pembuluh darah manusia sebenarnya fleskibel. Namun, kolesterol, lemak dan kalsium membuat pembuluh darah menyempit, tersumbat atau terjadi pembekuan darah.
Lintah memiliki antikoagulan yang membuat darah tak mudah pecah atau menggumpal. Dua-tiga ekor lintah yang diletakkan pada dada sebelah kiri selama 30 menit akan menghisap lendir dan darah yang menyumbat pembuluh darah sehingga peredaran darah kembali lancar. Berdasarkan pengalaman terapi lintah mampu menyembuhkan penyakit kardiovaskuler antara lain jantung koroner, jantung bengkak, jantung panas, kebocoran jantung, gangguan katup jantung, gangguan arus listrik katup jantung, gangguan irama jantung, lemah jantung, penyempitan pembuluh darah jantung, penyumbatan pembuluh darah jantung, penyumbatan serabut koroner jantung.
TERAPI LINTAH
TERAPI ALTERNATIF DENGAN LINTAH (HIRUDO MERDICINALIS)
Terapi alternatif dengan Lintah (Hirudo Medicinalis) telah digunakan sejak abad ke 18, di zaman modern ini banyak hal yang dianjurkan oleh para ahli dalam soal makanan maupun perawatan tubuh untuk memakai bahan alami dari alam.tidak terkecuali dalam bidang pengobatan, Kembali ke alam dengan terapi lintah,metode purba,manfaat hirudin asli dari alam sebagai antikogulan pada kardiovaskular

Tidak ada komentar:

Posting Komentar